AKTIVIS DAN PEMIKIRANNYA

BY: PEWARIS PERADABAN

Aktifis dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang menggerakkan. Namun dalam bahasa penulis aktivis berarti orang yang mardeka dan idealis untuk berfikir dan menuangkan pemikirannya. Aktivis itu sendiri terdiri dari berbagai kalangan  ada  aktivis Mahasiswa, Aktvis HAM, Aktivis lingkungan dan sebagainya. Tanpa bermaksud mengecilkan kesemua aktivis, penulis berkesimpulan aktivis mahasiswalah yang paling eksis dan populer diantara semua aktivis. Hal ini dikarenakan aktivis Mahasiswa akan selalu terlibat dalam berbagai pergolakan yang terjadi baik itu isu politik, lingkungan, birokrasi, HAM dan sebagainya.   Dalam tulisan inI yang penulis deskripsikan hanyalah AKTIVIS MAHASISWA.

Aktivis akan selalu bergolak dengan logika dan penalaran  ilmiah yang secara  konsiten akan mempertahankan pola pikir rasional dengan mengedepankan prinsip idealis dan nasionalis yang sudah terdoktrin kedalam jiwa dan sanubarinya. Buah dari pemikirin yang seperti inilah yang pada saatnya akan melahirkan berbagai tindakan yang bernilai sosial tinggi.

Aktivis sejati tidak akan pernah takhluk kepada berbagai kepentingan pribadi yang disatu sisi akan mengobok-obok kepentingan bersama, aktivis sejati akan senatiasa fanatik akan kebenaran mutlak yang hanya datang dari sang pencipta. Atas dasar  inilah aktivis sejati akan sangat jarang mendapatkan tempat karena pola pikir yang idealis terkedang bertentangan dengan realita yang ada di depan mata. Aktivis akan sangat sulit dipisahkan dengan pola pikir yang bagi sebahagian orang mengatakan pemikirannya sebagai pola pikir yang “ ekstream”.

Meskipun demikian, Jasa para aktivis sejati tidak akan mampu dipisahkan dari berbagai  catatan sejarah   bangsa  Indonesia, dikalangan Buruh ada nama Widjie Tukul dengan syair dan puisinya, dikalangan Mahasiswa ada nama Lafran Pane (Pendiri HMI), Soe Hok Gie dengan kritikannya terhadap penguasa, Elang Mulia, Heri Hertanto, Hendrawan Sie, Hafidin Royan yang kesemuanya tewas dihujuni peluruh tajam pada Tragedi Trisakti 1998.  Deratan nama di atas merupakan deratan nama dari pemilik  jiwa yang benar-benar Mardeka.  Pemikiran aktivis yang tidak mahu ditindas terkadang terlihat kontroversial dan sering  dianggap sebagai sebuah  penyakit yang nantinya akan mewabah hingga menjadi virus yang akan menebarkan ancaman untuk mengambil alih kekuasaan dari penguasa.

Pola pikir aktivis, serikali disebut angkuh, keras kepala, tidak bisa diatur dan sebagainya, padahal yang terjadi adalah aktivis hanya setia kepada pola pikir idealis yang tidak akan mampu dijual maupun ditindas oleh berbagai kepentingan tertentu. Aktivis sejati tidak akan sampai merangkak dan menjilat kepada seseorang hanya untuk meraih sebuah kekuasaan, aktivis tidak akan sudi disebut cendikia hanya  karena lihai dalam memainkan pola pikir ilmiah dan rasionalnya, akan tetapi sejatinya aktivis hanya mahu didengar dan eksistensinya diakui ada. Hingga sampailah pada kesimpulannya, Pola pikir aktivis secara utuh  hanya akan dimengerti oleh seseorang yang juga aktivis. (OS)

Berita Populer

Berita Terbaru

TAFYANI KASIM | CALON BUPATI KERINCI 2024 – 2029